Sejak melihatmu
pertama kalinya aku memutuskan untuk menutup mata terhadap segala
kemungkinan sisi gelap yang kau punya.
Bukan. Bukan
karena aku terpikat oleh wajahmu. Tapi karena aku tahu ketulusan hatimu. Kau tahu?
Mengapa kau begitu banyak di sukai namun juga di benci? Kau terlahir sebagai pria
yang tampan dan kaya juga punya empati pada teman di sekelilingmu. Bagaimana bisa
manusia terlahir nyaris begitu sempurna? Itulah kenapa aku menutup mata dan
selalu mendukungmu, manusia sempurna karena memiliki kekurangan.

