Rasanya
udah cukup lama gue nggak menemukan drama korea yang ‘menggelitik’ perasaan.
Bukan cuma karena diisi aktor-aktris favorit gue tapi karena drama tersebut
tanpa sadar membawa gue pada sebuah pemikiran baru. Seinget gue terakhir gue
merasakan perasaan itu adalah saat gue nonton Pinnochio. Sebagai orang awam gue sama seperti ‘pemirsa’ yang
diceritakan disana, begitu percaya dengan segala hal yang di wartakan seorang
reporter di tv. Tanpa pernah kepikiran kalau sebenarnya ada reporter yang suka
mendramatisir suatu kejadian atau bahkan mengalihkan perhatian publik dalam
artian negatif.
Dear Jung~ah..
Sejak melihatmu
pertama kalinya aku memutuskan untuk menutup mata terhadap segala
kemungkinan sisi gelap yang kau punya.
Bukan. Bukan
karena aku terpikat oleh wajahmu. Tapi karena aku tahu ketulusan hatimu. Kau tahu?
Mengapa kau begitu banyak di sukai namun juga di benci? Kau terlahir sebagai pria
yang tampan dan kaya juga punya empati pada teman di sekelilingmu. Bagaimana bisa
manusia terlahir nyaris begitu sempurna? Itulah kenapa aku menutup mata dan
selalu mendukungmu, manusia sempurna karena memiliki kekurangan.
Bukan cuma Henry
yang pernah ‘In Trap’, saat ini gue pun terdeteksi mengalami hal serupa. Bedanya
Henry ‘in trap’ sama kenangan sang mantan , sementara kalau gue ‘in trap’ sama darkside-nya Park Hae Jin.



